Blog

Musik: Kumpulan Nada Membawa Keajaiban

Musik merupakan media ungkap ekspresi yang paling efektif. Ekspresi ini sejalan dengan perkembangan manusia dan kemajuan ilmu pengetahuan yang lain. Emosi, pemikiran, gerak hati, dan ide sering kali diungkapkan  melalui musik ( Padmono; 2002 ). Walaupun pendidikan seni musik di sekolah mulai tampak menggembirakan, kita perlu mengingat bahwa pendidikan seni musik di sekolah adalah alat pendidikan yang mengacu pada tujuan pendidikan di sekolah dasar dan tidak untuk mendidik anak menjadi pemusik.

Menjadi cerdas adalah dambaan setiap orang tua untuk anak-anaknya, dan sejatinya kecerdasan bisa diupayakan dengan proses alamiah. Mengenalkan musik sejak dini kepada anak-anak, adalah salah satu upayanya. Ada beberapa manfaat berlatih vokal dan musik. Yang pertama bahwa  IQ anak yang berlatih piano dan bernyanyi, memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan dengan kecerdasan anak sebayanya (penelitian  E. Glenn Schellenberg, Universitas Toronto Mississauga, 2004).

Musik dapat mendorong perkembangan serta keahlian yang diperlukan anak  saat bersekolah. Misalnya saja kemampuan intelektual, sosial, emosional, motorik dan bahasa. Sebab, musik membantu keselarasan kerja tubuh dan pikiran. Selain itu, musik juga diketahui dapat memperkuat memori, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pelatihan musik menunjukkan aktivitas saraf yang lebih besar pada area auditorik dan prefrontal korteks dari otak.

Sebuah studi di University of Southern California tahun 2016 juga mendukung hasil di atas. Dijelaskan bahwa paparan musik pada masa anak-anak dapat membantu perkembangan otak, terutama pada area yang berkaitan dengan kemampuan membaca serta pembelajaran bahasa. Secara umum, efek mendengarkan musik adalah mengurangi stres dan membuat suasana hati lebih baik, sehingga berpotensi memperbaiki performa anak.

Pelaksanaan pendidikan seni musik di sekolah dasar  bersifat edukatif, apresiatif. Pendidikan seni musik bersifat edukatif karena membantu pertumbuhan anak di bidang musik, pendidikan ini juga bersifat apresiatif karena menumbuhkan sikap menghargai dan mencintai karya budaya bangsanya. Selain itu, music juga bersifat katarsis karena memberikan kesegaran dan kegembiraan kepada Ananda sehingga akan mendorong mereka mempelajari pelajaran yang lain.

Musik dapat menciptakan rasa nasionalisme, dengan mempelajari berbagai music di Indonesia. Karena sejatinya music kita tentu akan mempunyai ciri yang jika dibandingkan dengan musik dari negara lainnya. Dalam pendidikan seni musik tentu bukan sekedar pencapaian prestasi melainkan juga peran sertanya dalam mengembangkan kepekaan siswa terhadap seni dan keindahan menuju sikap menghargai lingkungannya.

Untuk mencapai sikap mampu menghargai lingkungan lewat pendidikan seni musik dapat diusahakan berbagai cara berikut ini:

  1. Memberikan pengetahuan tentang karya-karya musik Indonesia sebagai puncak seni musik yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia.
  2. Memberikan pengetahuan tentang unsur-unsur dan prinsip – prinsip seni musik sebagai bekal nilai karya seni;
  3. Memberikan kemampuan berkarya dan berolah seni musik sebagai langkah menuju sikap kreatif dan mampu menghargai karya seni seseorang;
  4. Memberikan pengetahuan tentang unsur-unsur dan alat-alat musik setempat.

Kegiatan-kegiatan di atas sudah sejak lama di laksanakan di SD Islam Sabilillah, baik pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan pendidikan seni musik dapat diperluas, bukan saja yang sifatnya aktif kreatif melainkan juga yang sifatnya aktif reseptif, misalnya dengan menyaksikan pertunjukan atau pergelaran seni musik seperti SKB (Simfoni Khasanah Bangsa) Sekolah Sabilillah. Dengan dilaksanakannya SKB ini, diharapkan siswa memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan berkarya, dan berolah seni musik secara kreatif, serta mampu menghargai hasil karya seni musik yang ada sebagai usaha ke arah pengembangan budaya.

 

 

Oleh:

Luk Luk Atul Mu’amanah

 

Read more

GIZI SEIMBANG ALA GENERASI MILENIAL

Generasi milenial adalah mereka yang lahir dalam rentang tahun 1983 sampai dengan 2001 (Elwood Carlsoon dalam The lucky Few: between the greates generation and the baby boom (2008). Berbicara tentang generasi milenial sangat erat sekali dengan sebuah laporan dari Blue Cross Blue Shield (BCBS) yang memperkirakan bahwa generasi milenial memiliki kemungkinan besar meninggal lebih cepat dari pada generasi lain. Hal ini disebabkan karena masalah kesehatan yang meningkat disertai dengan semakin tingginya biaya perawatan kesehatan. BCBS merupakan federasi organisasi dan perusahaan yang menyediakan asuransi kesehatan di AS. Menurut para analis di sana dijelaskan bahwa masalah kesehatan yang dialami oleh generasi milenial erat kaitannya dengan meningkatnya “perilaku kesehatan” mereka. Bebrapa perilaku kesehatan tersebut menimbulkan masalah depresi, kecemasan, ADHD, dan hingga penyalahgunaan obat yang semakin tinggi.

Berkaitan dengan masalah kesehatan yang banyak di alami oleh banyak orang khusunya generasi milenial saat ini, penting bagi kita semua khususnya generasi pasca milenial untuk belajar dari masalah kesehatan yang di alami oleh generasi sebelumnya (generasi milenial). Menjaga kesehatan tubuh merupakan salah satu hal terpenting yang harus dilaksanakan. Kesehatan merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada kita dan wajib hukumnya bagi kita semua untuk senantiasa menjaga dan mensyukurinya. Menjaga kesehatan bisa kita lakukan dengan berbagai macam cara dan tindakan/ perilaku termasuk mengkosumsi makanan yang bergizi.

Bukan hanya dengan berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan yang bergizi sangatlah penting dilakukan. Konsumsi makanan yang memiliki gizi seimbang sangatlah bermanfaat bagi tubuh. Sebagai generasi milenial, kita harus pandai memilih dan mengkonsumsi segala jenis makanan yang ada. Tidak semua makanan yang ada atau yang kita sukai pasti memiliki gizi yang baik bagi tubuh. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang bisa kita lakukan setiap hari seperti konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, vitamin, serat, mineral, protein dan lemak.

Di zaman era generasi milenial banyak berbagai menu makanan yang serba instant dan sangat menarik nafsu makan. Banyak menu makanan instant yang siap makan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Saat ini banyak sekali menu makanan siap saji yang dipasarkan secara bebas. Banyak menu makanan yang diproduksi tanpa mempertimbangkan kandungan gizi yang ada disalamnya. Oleh karena itu, sebagai generasi milenialkita harus pandai memilah berbagai jenis makanan yang kita konsumsi untuk kesehatan tubuh kita.

Di SD Islam Sabilillah Malang, siswa dilatih untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat serta memiliki gizi seimbang seperti nasi, lauk makan, sayuran, buah-buahan, dan air mineral secara cukup. Siswa dilatih agar dapat membiasakan diri sebagai generasi milenial untuk senantiasa menjaga kesehatan yang diberikan Allah SWT salah satunya dengan mengkonsumsi gizi seimbang setiap hari. Siswa SD Islam Sabilillah dilatih agar terbiasa bukan hanya di sekolah, melainkan juga ketika berada di rumah atau tempat lain.

Pentingnya menjaga kesehatan harus tertanam disetiap jiwa kita sebagai wujud syukur atas nikmat sehat yang diperoleh. Bersyukur atas nikmat kesehatan yang diterima merupakan kewajiban kita sebagai makhluk. Oleh karena itu siswa di SD Islam Sabilillah Malang senantiasa menjaga kesehatan diri dengan cara memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Selain itu berolahraga secara rutin juga dilakukan di sekolah guna menjaga kesehatan tubuh seperti kegiatan senam pagi rutin di setiap hari selasa dan kegiatan pembelajaran olahraga di setiap minggunya.

 

 

Oleh: Khoirotun Nisa, S.Pd

Read more

INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU SD ISLAM SABILILLAH MALANG TAHUN PELAJARAN 2018 – 2019

JADWAL PENDAFTARAN

TANGGAL : 20 – 22 FEBRUARI 2018

PUKUL : 07.30 – 14.30

SYARAT PENDAFTARAN : 

– Membayar uang pendaftaran Rp. 325.000
– Mengisi formulir pendaftaran
– Menyerahkan Surat Keterangan Belajar dari TK/RA
– Menyerahkan 1 lembar fotokopi Kartu Keluarga
– Menunjukkan akte kelahiran asli dan menyerahkan 1 lembar fotokopi
– Menyerahkan foto berwarna ukuran 3×4 sejumlah 4 lembar
– Menyertakan piagam penghargaan (bila ada)
– Usia minimal 5 tahun 10 bulan per 30 Juni 2018 (paling muda kelahiran 31 Agustus 2012)

Read more

SD SABILILAH MALANG MEMPERINGATI BULAN BAHASA 2017

Bulan Bahasa merupakan agenda tahunan SD Islam sabilillah Malang  dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda. Pada tahun ini, Bulan Bahasa mengangkat Bhinneka Tunggal Ika Pemersatu Bangsa sebagai tema utamanya.

, Tujuan dari peringatan tersebut untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran kepada siswa. Melalui lomba menulis baik pantun, puisi, maupun cerpen, diharapkan ke depan siswa bisa membuat buku, karena sudah terlatih melalui berbagai pelatihan dan lomba menulis yang diadakan pihak sekolah.

 

Read more

Karakter Impianku

Hari Selasa,  tanggal 2 Januari 2017 merupakan hari pertama kali masuk sekolah semester 2.  Selama 2 minggu para siswa  belajar mandiri di rumah. Tentunya mereka menghabiskan  waktu bersama keluarga maupun kerabat di rumah.  Pembiasaan  yang dilakukan ketika di rumah tentunya berbeda dengan di sekolah.  Oleh karena itu  awal masuk sekolah, para siswa perlu ditanamkan  kembali pembiasaan yang  sudah  pernah dilakukan di sekolah.

Masa penanaman  pembiasaan di sekolah SD Islam Sabilillah Malang,  yang kita kenal dengan MOKS (Masa Orientasi Karakter Siswa ) merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa dan menanamkan kembali  pendidikan karakter. MOKS dijadikan sarana untuk  menanamkan kembali berbagai macam kegiatan yang rutin dilaksanakan di sekolah.

Rangkaian kegiatan MOKS berlangsung selama tiga hari . Untuk hari pertama para siswa diajak shalat dhuha, membaca shalawat nabi, dan berdoa mengawali pembelajaran semester 2. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid. Kemudian siswa diingatkan kembali untuk pembiasaan menjaga ketertiban, kedisiplinan,  kerapian, dan sikap sopan santun.

Untuk memudahkan para siswa menerima kembali pendidikan karakter, maka pada hari kedua , para siswa dibebaskan berekspresi untuk  menentukan karakter impiannya.  Para siswa sangat antusias untuk menuangkan ide-idenya dalam menerapkan karakter sesuai keinginannya. Semua siswa menginginkan lingkungan sekolah yang bersih dan indah,  kelas tertata rapi, penataan alat shalat dan rak sandal juga rapi.  Dengan kegiatan tersebut maka akan timbul pada diri siswa tentang sikap peduli pada lingkungan.

Pada hari ketiga, kegiatan MOKS ditutup dengan kegiatan outbond. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar yang efektif melalui game-game yang menarik. Selain itu juga dapat mengembangkan ineraksi dan kerja sama yang positif antar siswa. Bentuk game yang dilakukan selalu bentuk kerja sama.  Dengan permainan yang selalu membutuhkan  kerja sama, maka dapat menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, sikap saling menghargai, menghormati keberagaman, dan semangat kerja sama.

 

Read more

PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PJBL)

SD Islam Sabilillah melakukan perubahan besar dalam pembelajaran. Dalam setiap tema wajib diadakan pembelajaran proyek. Yang dimaksud pembelajaran proyek adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Dalam pembelajaran berbasis proyek, masalah digunakan sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata. Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.
PjBL dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum. Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya. PjBL merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik.
Masing-masing peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda oleh karena itu, Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akan berharga bagi atensi dan usaha peserta didik.
Kegiatan PjBL dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, mereka perlu untuk dihargai, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks, meningkatkan kolaborasi, mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi, meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber, memberikan pengalaman kepada peserta didik pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas, menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata, melibatkan para peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata, membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. Selain beberapa kelebihan tersebut PJBL juga mempunyai kelemahan seperti memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah, membutuhkan biaya yang cukup banyak, manyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional karena instruktur memegang peran utama di kelas, banyaknya peralatan yang harus disediakan, peserta didik yang memiliki kelemahan dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan, ada kemungkinan peserta didik yang kurang aktif dalam kerja kelompok, ketika topik yang diberikan kepada masing-masing kelompok berbeda, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara keseluruhan.
Untuk mengatasi kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek di atas seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah, membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek, meminimalis dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat di lingkungan sekitar, memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya, menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran Berbasis Proyek ini juga menuntut siswa untuk mengembangkan keterampilan seperti kolaborasi dan refleksi. Menurut studi penelitian, Pembelajaran Berbasis Proyek membantu siswa untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka, sering menyebabkan absensi berkurang dan lebih sedikit masalah disiplin di kelas. Siswa juga menjadi lebih percaya diri berbicara dengan kelompok orang, termasuk orang dewasa.
Pelajaran berbasis proyek juga meningkatkan antusiasme untuk belajar. Ketika anak-anak bersemangat dan antusias tentang apa yang mereka pelajari, mereka sering mendapatkan lebih banyak terlibat dalam subjek dan kemudian memperluas minat mereka untuk mata pelajaran lainnya. Antusias peserta didik cenderung untuk mempertahankan apa yang mereka pelajari, bukan melupakannya secepat mereka telah lulus tes. Oleh karena itu, penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek.
Adapun peran guru dan peserta didik dalam pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut. Guru berperan untuk merencanakan dan mendesain pembelajaran, membuat strategi pembelajaran, membayangkan interaksi yang akan terjadi antara guru dan siswa, mencari keunikan siswa, menilai siswa dengan cara transparan dan berbagai macam penilaian, membuat portofolio pekerjaan siswa. Sedangkan peranan siswa peran peserta didik adalah menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir, melakukan riset sederhana, mempelajari ide dan konsep baru, belajar mengatur waktu dengan baik, melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok, mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan, melakukan interaksi sosial (wawancara, survey, observasi, dll).(Nurul lia zumroda)

 

Read more

Mengaji Bersama

Lorem ipsum dolor sit amet, semper cotidieque nec ea. Errem graece no sea, duo duis errem perfecto ut.
Sint democritum duo ne. Vocibus deleniti ullamcorper nam ne, augue minim te eam. Etiam integre eam ad.

Verterem sententiae eloquentiam id qui, ne scaevola vivendum volutpat mel. Agam movet pertinax per id.
At sed nihil constituam, no suas elit accumsan sed. Mei convenire liberavisse ex, argumentum repudiandae ea ius.
Ne unum delenit consulatu vel, at prima laudem pro, virtute pertinax ad eos.

Oratio splendide argumentum eum cu. Eu vis copiosae temporibus. Id quodsi aeterno pri, his equidem hendrerit in.
Detracto offendit aliquando eu vis. Has te nusquam atomorum, modus assum tempor at sed, sed iudico exerci splendide ex.

Sed at dicta graeco platonem. Paulo maiorum imperdiet eu vix. Pro ad mundi affert, vix atqui albucius intellegat an.
Exerci noster doctus an quo. Quod elaboraret ei eos, epicuri deleniti in vis. Malorum hendrerit vituperata vim id,
rebum noluisse inciderint mea eu.

Ut qui omnesque definitionem. An solum debet sed, ne integre officiis has, vel augue munere eirmod ex.
Id eos nibh qualisque erroribus, mei ex mollis scaevola repudiandae, vidit noster delicata ea vis.
Voluptua appareat constituto ad sea, nam deleniti definitionem at, nec ne omnes pertinacia.
Ius legimus disputando cu, eum ad nihil saepe. Usu cu laudem ridens eloquentiam, cu eam recusabo tincidunt,
dicant putant sit at.

Read more

Menyambut sholat tiba

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In luctus eget turpis vitae feugiat. Etiam ut erat urna. Sed quis enim id mi aliquam rhoncus. Integer porttitor rutrum hendrerit. Mauris lectus augue, laoreet eget malesuada ac, venenatis eu tortor. Aliquam id ultrices sem. Ut scelerisque egestas sodales. Vivamus ullamcorper tempus tortor, nec elementum dolor suscipit sed. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Donec vitae nisi ultricies purus mollis faucibus. Integer at porttitor lectus. Vestibulum mollis hendrerit risus quis auctor. Nunc tincidunt augue vel ante rutrum molestie.

Quisque fermentum blandit rutrum. Nulla aliquet tortor metus, eu sodales massa ultricies at. Ut tempus odio metus, eu euismod sapien sagittis et. Fusce eu maximus nulla. Donec eget laoreet augue. Vestibulum lectus tellus, lacinia condimentum eros sed, varius volutpat nibh. Morbi egestas faucibus nulla sit amet viverra. Donec ac ultrices purus, eu consequat leo. Quisque arcu nisl, gravida vel scelerisque at, fringilla vitae velit. Sed quam risus, malesuada et consequat vel, efficitur non enim.

Aliquam vel interdum arcu. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc blandit feugiat tincidunt. In iaculis nisi sed urna commodo, id varius neque condimentum. Integer sollicitudin gravida ipsum, at gravida velit posuere et. Aliquam vel lorem ac quam iaculis euismod in quis massa. Fusce porta lectus erat, ac ultricies ante feugiat sit amet.

Read more
CLOSE
CLOSE