Blog

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Setelah genap kita berpuasa 1 bulan lamanya, setelah banyak hal dilalui bersama, setelah sekian banyak  perkataan dan berbuatan disengaja maupun tidak disengaja yang melukai hati dan perasaan. Setelah kita laksanakan kewajiban untuk mengeluarkan zakat, beramal, memperbanyak ibadah, sholat terawih dan witir.

Kami segenap keluarga besar SD Islam Sabilillah Malang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah melimpahkan keberkahan untuk kita semuanya. amiiinnn

Marilah kita saling memaafkan dan memulai lagi dengan menjadi insan yang lebih baik lagi dalam berucap maupun dalam bersikap. Karena dengan adanya bulan Ramadhan tersebut, Allah SWT melatih kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi untuk menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, saling berbagi dan tolong menolong, dan semakin baik dalam melaksanakan ibadah.

 

Read more

SDIS BERBAGI BERKAH

Ramadhan merupakan bulan suci penuh berkah dimana umat islam diseluruh dunia berlomba – lomba dalam melakukan kebaikan dan memperbanyak ibadah, amal , berbuat baik serta menjaga lisan kita. Sebagai umat muslim kita di wajibkan juga untuk saling tolong menolong dan membantu tetangga maupun warga sekitar yang kesusahan. Nah pada momen kali ini amalan berbagi adalah hal yang sangat di butuhkan oleh masyarakat.

Pada hari Jumat, 15 Mei 2020 SD Islam Sabilillah Malang mengadakan kegiatan berbagi berkah kepada  kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.  Kegiatan ini sebagai bentuk syukur dari sekolah yang telah banyak dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT sehingga dengan adanya pandemi Covid-19 ini bisa membantu masyarakat dan terlebih lagi saat momen Ramadhan seperti ini kegiatan berbagi tentu akan semakin berkah.

SD Islam Sabilillah Malang membagikan berkah berupa sembako yang berasal dari perolehan uang amal Ananda tiap hari Jumat mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 hingga terkumpul sebesar 40 juta rupiah yang kemudian di rupakan dalam bentuk sembako sebanyak 660 paket.

Kegiatan membagikan sembako tersebut diberikan kepada orang – orang yang membutuhkan di kampung kesatrian dan meduran kecamatan Blimbing, gunung kunci kecamatan Jabung, tukang ojek online (ojol), tukang becak, supir angkot dan lain-lainnya.

Kami segenap warga SD Islam Sabilillah Malang selaku pendidik dan tenaga pendidik mengucapkan banyak – banyak terima kasih kepada orang tua serta Ananda dari kelas 1 hingga kelas 6 yang telah memberikan uang amalnya disetiap hari Jumat. Semoga berkah dan bermanfaat untuk semua terutama yang membutuhkan.

Read more

MEMAKNAI HARDIKNAS DI TENGAH PANDEMI

Berbicara tentang sejarah pendidikan di Indonesia, tentu tidak lepas dari peran serta tokoh pahlawan pendidikan nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Hari pendidikan nasional di Indonesia diperingati setiap tanggal 2 Mei. Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Beliau salah satu pejuang bangsa yang tidak kenal lelah memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar bisa memperoleh pendidikan yang layak.

Sejarah Pendidikan Nasional

Pada masa penjajahan pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia, hanya mereka yang memilki keturunan Belanda dan orang-orang kaya saja yang bisa memperoleh pendidikan, sedangkan rakyat pribumi sengaja dibiarkan buta huruf dan tidak bisa mengenal pendidikan. Bisa dibayangkan bagaimana jika saat itu pendidikan tidak diperjuangkan maka sudah dapat dipastikan Indonesia tidak mungkin bisa maju dan berkembang perekonomiannya seperti yang kita rasakan saat ini.

Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada Tanggal 2 Mei 1889 dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta. Beliau sangat mengecam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang bernama STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera namun tidak sampai lulus dikarenakan sakit. Jenjang karir Beliau pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa tempat yaitu Midden Java, Sedyotomo, Oetoesan Hindia,  De Express, Kaoem Moeda,  Tjahaja Timoer dan Poesara.

Pada saat Kabinet pertama Republik Indonesia, Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan mendapat anugerah gelar Doktor kehormatan Doctor Honoris Causa, Dr.H.C.  dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Tahun 1957.

“Tut Wuri Hadayani” adalah salah satu filosofi Beliau yang memiliki arti “di Belakang Memberikan Dorongan”. Makna dari kalimat ini menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di tanah air.

Atas usaha kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959, dan hari kelahiran Beliau ditetapkan dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

Memaknai Hari Pendidikan Nasional

Hardiknas 2020 bukan hari libur nasional. Biasanya untuk memperingati hardiknas, seluruh akademisi dan pelajar Indonesia melaksanakan upacara bendera di sekolah dan perguruan tinggi. Bahkan dari tingkat kecamatan hingga pusat, semua melaksanakan uacara bendera disertai dengan penyampaian pesan bertema pendidikan. Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Hardiknas 2020 mengangkat tema “Belajar dari Covid-19”. Selain itu, pada tahun ini Kemendikbud juga mengeluarkan Pedoman Penyelenggaraan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 melalui surat Nomor 42518/MPK.A/TU/2020, pada 29 April 2020. Isi pedoman tersebut salah satunya, meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang biasanya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri sebagai bentuk pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Namun peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak bisa diperingati sebagaimana biasanya. Dengan merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia yang hingga saat ini terus bertambah pasiennya yang positif, membuat seluruh pengajar di negeri ini harus berpikir keras dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial yang sudah berkembang pesat saat ini. Harapannya, kegiatan belajar mengajar tidak terputus karena kendala tatap muka.

Dengan adanya berbaai kemudahan dalam belajar saat ini diharapkan bagi generasi muda, siswa, dan pelajar dapat memanfaatkannya untuk menimba ilmu yang setinggi-tingginya. Pandemi Covid-19 jangan sampai dijadikan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Guru dan siswa bisa memanfaatkan berbagai fasilitas belajar yang saat ini sudah lebih bervariasi. Seperti kutipan dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri Cina” dapat dimaknai sebagai: Menuntut ilmu itu tidak mengenal adanya batasan umur dan usia, serta tempat. Ilmu merupakan jendela dunia untuk membuka wawasan belajar dan pengetahuan kita.

Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap Tanggal 2 Mei ini diharapkan dapat memberikan makna tersendiri yang mendalam terhadap kemajuan pendidikan baik formal maupun informal di Indonesia. Tetap semangat belajar, wahai generasi muda penerus bangsa! Jangan pernah menyerah untuk belajar dalam keadaan apa pun. Insya Allah, Allah akan meninggikan derajat makhluknya yang mau belajar.

Salam sehat selalu, keep spirit, stay at home, stay healthy!

 

 

Oleh: Aminin Widiastutik, S. Pd.

(Guru Bahasa Jawa SD Islam Sabilillah Malang)

 

Read more

Sambut Bulan Ramadhan 1441 H

Tak terasa pada tahun 2020 ini kita telah memasuki bulan suci yang penuh berkah. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu – tunggu dimana seluruh umat islam di dunia akan melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh (30 hari). Bulan dimana seluruh umat islam saling berlomba – lomba dalam hal kebaikan untuk mendapatkan pahala sebanyak – banyaknya melalui puasa, sholat wajib dan sunah, taddarus Al Qur’an, bersedekah serta menunaikan zakat.

Banyak hal yang keistimewaan dari bulan Ramadhan yang tidak ada di bulan – bulan yang lainnya yaitu adanya sholat tarawih dan witir, malam lailtul qodar, dan sholat idul fitri. Mereka yang memperbanyak beribadahnya tentu akan dilipat gandakan pahalanya. Salah satunya malam Lailatul Qodar, bila  merupakam yang paling istimewa pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Bagi yang melaksanakan ibadah pada malam tersebut mendapat pahala setara dengan menjalankan ibadah selama 83 tahun.

Puasa Ramadhan pertama pada tahun 2020  di mulai pada hari Jumat tanggal 24 April 2020. Namun ada yang berbeda dengan bulan Ramadhan pada tahun ini. Umat islam di seluruh dunia harus melaksanakan bulan Ramadhan dengan masih adanya wabah pandemic Covid-19. Peraturan dari pemerintah untuk stay at home / dirumah saja dengan selalu menjaga jarak antar sesame dan tidak saling bersentuhan.

Akibatnya tradisi menyenangkan yang setiap tahunnya dilakukan seperti kirab menyambut Ramadhan, kegiatan membangunkan warga saat sahur, berbuka bersama dengan keluarga maupun teman – teman, taddraus khataman Al – Quran, sholat tarawih dan witir tidak bisa dilaksanakan lagi secara bersama – sama. Sangat menyedihkan pastinya, kita harus menyambut Ramadhan dengan tidak bisa bersama keluarga bagi yang merantau, tidak bisa sholat berjamaah di masjid, taddarus sambil berbagi takjil, bahkan pemerintah melarang seluruh masyarakatnya untuk mudik/pulang kampong.

Hal ini sangat terasa bagi pedagang yang biasanya ramai berjualan saat Ramadhan, mereka tidak bisa mendapatkan rejeki dari berjualan makanan dan minuman takjilan. Untuk itu dengan datangnya bulan Ramadhan ini menjadi momen untuk kita agar hidup saling berbagi satu sama lainnya.

Selain itu bagi para peserta didik, mereka harus bersabar lagi untuk melaksanakan ibadah puasa serta melanjutkan belajar di rumah. Pentingnya pembelajaran saat bulan Ramadhan ini anak – anak akan belajar mengenai makna puasa, amalan – amalannya, cara berbagi kepada yang membutuhkan, bacaan dan cara sholat tarawih dan lain sebagainya akan lebih menyenangkan jika bisa belajar bersama – sama dengan teman – teman di sekolah.

Dengan saling membantu, kita telah sedikit mengurangi mereka yang benar – benar membutuhkan. Terlebih dengan adanya pandemic Covid-19 ini marilah kita semua saling menjaga kebersihan diri dan hati  agar ibadah kita di bulan Ramadhan ini menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain, tentunya akan semakin mendapat pahala lebih untuk kita.

Read more

Sosok Inspiratiaf Untuk Perempuan Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan salah satu pahlawan Indonesia yang membela nasib kaum perempuan tidak lain adalah Raden Ajeng Kartini. Seorang bangsawan yang lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879 ini merupakan pelopor utama yang mengangkat derajat serta memperbolehkan perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Berkat beliaulah yang terus menerus menyuarakan pendapatnya  emansipasi wanita dengan mendirikan sekolah khusus perempuan sehingga para perempuan Indonesia dapat merasakan pendidikan setara dengan pria.

Tanpa perjuangan dari RA. Kartini mungkin hingga saat ini kita para perempuan Indonesia tidak akan diperlakukan setara dengan pria, selain itu kita juga tidak akan mendapatkan pendidikan seperti saat ini. Padahal jika kita cermati setiap harinya anak lahir dari sosok perempuan hebat yang mempertaruhkan nyawanya. Setiap perempuan itu harus mendapat pendidikan agar nantinya melahirkan anak – anak  cerdas yang berguna bagi Bangsa dan Negara.

Pendidikan merupakan tombak dalam peningkatan dan pembangunan dan kaum perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas  dan berkualitas agar dapat mendidik generasi muda sebagai penerus pembangunan Bangsa. Dengan pendidikan, setiap anak akan belajar dan memahami tentang pengetahuan, keterampilan serta menciptakan social yang erat antar manusia.

Kartini menjadi pelopor bagi perempuan agar menjadi perempuan yang mandiri, percaya diri, cerdas, tekun, ulet dan kuat supaya mampu / bisa dalam menghadapi situasi atau kondisi apapun. Dengan usaha dan tekad yang kuat RA. Kartini mampu untuk membuktikan takdir perempuan yang dianggap lemah menjadi perempuan yang turut/ mampu mengubah dunia.

Bahkan saat ini tidak sedikit perempuan – perempuan menjadi pemimpin dalam pekerjaan, rumah tangga maupun dalam pemerintahan. Banyak perempuan yang menjabat sebagai pimpinan dalam perusahaan maupun dalam pemerintahan di suatu Negara bahkan ada banyak perempuan hebat yang harus bekerja dan merawat keluarganya.

Dari perjuangan itulah kini terwujud kesetaraan antara kaum pria dan kaum perempuan. Selain mendapatkan pendidikan, perempuan kini juga memilki hak untuk melawan setiap tindakan kekerasan yang mungkin terjadi di rumah tangga maupun tindakan bullying yang bisa dilakukan di sekolah atau di tempat kerja. Hal ini sangat berbeda dengan jaman dulu dimana perempuan memiliki derajat rendah, yang dijadikan objek  untuk ditindas maupun diremehkan.

Dalam memperingati Hari Kartini setiap tahunnya seluruh instansi perkantoran maupun sekolah akan mengenakan pakaian adat guna mengenang serta rasa terima kasih kepada RA. Kartini yang telah memperjuangkan nasib perempuan – perempuan Indonesia. Selain mengenakan pakaian tradisional/adat, di sekolah memiliki kegiatan yang mengasah kreatifitas dan percaya diri mereka seperti diadakannya lomba membaca puisi, bernyanyi, fashion show dan masih banyak lagi.

Namun pada peringatan Hari Kartini tahun 2020 ini agak berbeda. Di karenakan telah meluasnya penyebaran penyakit / virus yang sangat membahayakan seluruh umat manusia di bumi ini. Yah, virus corona atau Covid-19 telah menjadi bencana untuk seluruh Negara di seluruh muka bumi ini. Bahkan di Indonesia sendiri per 20 April 2020 jumlah korban telah mencapai 6.760 pasien yang positif Covid-19 dan sebanyak 590 telah meninggal dunia.

Sudah kurang lebih 1 bulan Pemerintah  telah memerintahkan untuk melakukan BDR (Bekerja/Belajar Dari Rumah). Suatu kebijakan yang mewajibkan seluruh rakyat Indonesia tetap dirumah saja, melakukan bekerja dan belajar dari rumah karena terlalu berbahaya jika melaksanakan pembelajaran/ bekerja dengan banyak orang. Penyebaran yang sangat cepat dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Kali ini peran perempuan sangat diperlukan dalam Negara dan keluarga. Perempuan – perempuan saat ini merupakan sosok Kartini yang sangat hebat. Bagaimana tidak dengan adanya pandemic corona / Covid-19 ini peran perempuan yang bekerja sebagai tim medis menjadi garda terdepan untuk melawan dan menyembuhkan para pasien. Mereka rela tidak bisa pulang dan bekerja tanpa henti untuk pasien yang sakit.

Selain itu, Kartini yang lain yaitu perempuan hebat yang menjadi garda terdepan untuk melindungi keluarganya, mendidik anak – anaknya, mendampingi suami yang bekerja itu dilakukan setiap hari pagi hingga malam dari penyakit yang berbahaya saat ini, yang senantiasa memastikan setiap anggota keluarganya tercukupi gizi dan sehat selalu.

Terima kasih para Kartini, perempuan – perempuan hebat Indonesia. Sekali lagi membuktikan bahwa perjuangan RA. Kartini dalam mempelopori kesetaraan hak perempuan dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan hingga saat ini. Sosok inspiratif yang mengembangkan semangat, pola pikir perempuan menjadi lebih maju dan berkualitas bagi keluarga dan Negara.

Read more

SD ISLAM SABILILLAH MALANG BERBAGI SEMBAKO

Kamis, 16 April 2020 SD Islam Sabilillah Malang mengadakan kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain yajitu berbagi sembako. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ibu Kepala Sekolah  dan Wakil kepala sekolah SD Islam Sabilillah Malang. Bantuan berupa sembako ini ditujukan kepada warga sekitar sekolah seperti tukang becak, pedagang, dan orang yang membutuhkan lainnya.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian SD Islam Sabilillah Malang kepada warga sekitar yang membutuhkan bantuan dalam kondisi seperti ini.

Sudah sekitar 1 (satu) bulan ini, Indonesia telah tersebar wabah penyakit yang sangat berbahaya sehingga dapat mengancam nyawa manusia. Faktanya data dari Pemerintah per 20 April 2020 jumlah pasien sudah mencapai 6.760 positif dan 590 yang telah meninggal dunia. Wabah penyakit ini bernama corona virus atau Covid-19 yang awal penyebarannya berasal dari Wuhan, China.

Dengan adanya wabah penyakit tersebut, Pemerintah negara Indonesia menghimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan mulai dari social distancing hingga lockdown (karantina wilayah) yang mewajibkan untuk melakukan semua aktivitas di rumah saja seperti bekerja/belajar dari rumah (BDR). Gunanya yaitu untuk menekan jumlah pasien yang terus bertambah setiap harinya.

Tentunya kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan untuk semua pihak. Toko – toko, swalayan, mall bahkan tempat wisata yang memungkinkan banyak orang diminta oleh Pemerintah untuk menutup selama pandemi corona/Covid-19.

Hal ini mengakibatkan mayoritas masyarakat kesulitan bahkan ada yang di PHK dikarenakan mereka dilarang untuk berjualan. Untuk itu sebagai manusia harus saling tolong menolong dan bersama – sama mengatasi pandemi Covid-19 ini.

 

Read more

Upaya SD Islam Sabilillah Malang Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Akhir – akhir ini  muncul wabah penyakit baru yang datang dari negeri China yang sangat berbahaya  yang dapat membunuh manusia di dunia dan hingga saat ini pun belum ditemukan obat atau vaksinnya. Yah, pandemi covid-19 atau dikenal dengan nama corona telah menyerang hampir seluruh negeri di bumi ini. Negara dengan jumlah korban paling banyak hingga ribuan orang ada di negara China, Amerika, Italia, dan masih banyak lagi.

Salah satu penyebab terjadinya penyebaran wabah ini dikarenakan kebiasaan manusia yang tidak memakan makanan yang halal seperti yang mana diperintahkan oleh Allah SWT. Penyebaran wabah ini pun sangat amat cepat melalui sentuhan, untuk itu perlu bermawas diri dalam segala hal saat ini. Cara pencegahan Covid-19 yang telah di sarankan oleh WHO (World Health Organization) yaitu harus sering melakukan cuci tangan minimal 20 detik menggunakan sabun, bila sakit harus menggunakan masker, memakan makanan yang sehat dan bergizi, disarankan untuk tidak bersalaman dan menjaga jarak dengan orang lain serta tidak menyentuh area muka bila sudah menyentuh benda dan tangan ketika kotor.

Namun meskipun telah ada anjuran seperti itu masyarakat masih saja yang tidak menurut akibatnya kini jumlah pasien yang positif Covid-19 semakin hari semakin bertambah banyak.  Untuk itu Pemerintah Indonesia memerintahkan untuk melaksanakan lockdown di semua daerah termasuk tempat kerja, sekolah dan tempat wisata guna memutuskan penyebaran Covid-19. Kota Malang pun juga ikut melaksanakan lockdown, sekolah-sekolah diliburkan diganti dengan kegiatan belajar dari rumah.

SD Islam Sabilillah Malang pun telah melaksanakan sosialisasi cara pencegahan Covid-19 kepada siswa-siswinya, serta mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar dan cara hidup sehat. Untuk saat ini, Kota Malang telah meliburkan sekolah selama hampir 3 minggu. Sekolah – sekolah di minta untuk membuatkan pembelajaran secara online kepada siswa – siswinya. Bahkan untuk mencegah penyebaran Covid-19, Kemendikbud yang di sampaikan oleh Bapak Nadiem telah memutuskan bahwa menghapus UNBK 2020.

Situasi saat ini merupakan hal baru sehingga masyarakat diwanti-wanti untuk tidak keluar rumah maupun berpergian terlebih dahulu. Dalam memenuhi tugas belajar mengajar  SD Islam Sabilillah Malang telah melaksanaan tugas dengan memberikan LKS yang harus dikerjakan siswanya setiap hari, tidak hanya pelajaran saja namun siswa – siswi perlu melaksanakan tugas mengajinya setiap hari dengan melaporkan kepada guru kelas masing – masing. Selain itu untuk mencegah penyebaran Covid-19, telah dilakukan kegiatan penyemprotan disenfektan pada seluruh ruangan kelas dan ruangan lain-lainnya.

Segala upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan lembaga SD Islam Sabilillah Malang. Semoga bencana wabah pandemi Covid-19 ini segera berhenti dan semuanya dapat melaksanakan kegiatan seperti biasanya. Amiiiinnn…

Read more

World Water Campaign, SD Islam Sabilillah Belajar Bersama Teknik Pengairan Universitas Brawijaya

 

      World Water Day atau hari air sedunia merupakan peringatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan  pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air  yang berkelanjutan. Tanggal 22 Desember 1992 pada sidang umum PBB disepakati bahwa air sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 Maret. Peringatan hari air sedunia dimulai pada tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air dengan cara mengurangi penggunaan air keran yang berlebihan. PBB bersama seluruh anggota PBB gencar mensosialisasikan tentang hari air sedunia ini melalui kegiatan nyata.

Untuk memperingati hari tersebut SD Islam Sabilillah Malang mendapat kesempatan menerima materi sosialiasi dari kakak-kakak dari Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang  sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Hari Air Dunia ke-28 Tahun 2020 dengan tema “Water and Climate Change” pada tanggal 13 Maret 2020 di Aula lantai 1 SD Islam Sabilillah Malang.

Sesuai dengan tema yang diusung oleh Hari Air Dunia tahun ini adalah “Water and Climate Change” yang diaplikasikan ke dalam tema nasional yaitu Air dan Perubahan Iklim. Perubahan iklim yang telah menjadi salah satu faktor masalah lingkungan hidup dunia dan mengancam kelanjutan sistem penyanggal kehidupan dibumi salah satunya dengan berkurangnya ketersediaan sumber daya air untuk kelangsungan hidup.

Disamping itu perawatan lingkungan merupakan bagian penting dalam mengusahakan dan mengelola sumber air, disisi lain perlakuan kita terhadap lingkungan akan meresonasi perlakuan lingkungan terhadap kita. Terjadinya perubahan ketersediaan air di bumi merupakan konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipertimbangkan sebagai akibat perubahan iklim. Sumber air pada masa sekarang ini terkesan kehilangan tingkat keandalannya dalam mendukung ketahanan air bagi masyarakat. Hal ini tergambar semakin seringnya terjadi permasalahan terkait sumber daya air hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengadakan kegiatan  World Water Campaign sebagai rangkaian World Water Day (WWD) mengajak para siswa SD Islam Sabilillah Malang untuk cara mengelola sumber daya air dan menjelaskan mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber air agar di masa depan kita bisa menciptakan mata air. Acara dimulai pukul 7.30 WIB diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan kelas 3, 4 dan 5 SD Islam Sabilillah Malang.

Kegiatan sangat seru dengan jargon aku cinta lingkungan, dan ada sekitar 30 mahasiswa teknik pengairan yang hadir untuk menjadi pemateri kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi tentang kekeringan dan kenaikan permukaan air laut, kemudian Ananda diajak untuk menanam tanaman dengan menggunakan hydrogel. Ananda bermain menyusun puzzle. Mereka mendapat reward snack untuk yang aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti kegiatan dengan semangat.  Setelah selesai kegiatan, Ananda berfoto bersama dengan kaka-kaka mahasiswa dan mendapatkan pin World Water Campaign 2020. Ananda sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan berlangsung seru dan banyak permainan.

Hadir juga di sana kepala sekolah SD Islam Sabilillah Malang Ibu Nunik S. Hariarti, S.Pd.,M.Pd dan perwakilan dosen teknik pengairan yang hadir. Ibu Nunik menyampaikan sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena dapat menambah wawasan Ananda tentang lingkungan. Acara selesai pukul 09.30, di tutup dengan foto bersama Ananda dengan kakak-kakak Teknik Pengairan.

Harapan kedepannya ada banyak kegiatan sosialisasi tentang lingkungan kembali dari para mahasiswa agar menambah wawasan bagi Ananda siswa siswi SD Islam Sabilillah Malang, kegiatan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi Ananda untuk mengenal lingkungan dengan lebih baik.

 

 

Oleh: Luk Luk Atul Mu’amanah

Read more

Aksi SD Islam Sabilillah Malang Pada Hari Peduli Sampah Nasional

Pada hari Minggu  tanggal 1 Maret 2020 merupakan hari peduli sampah dan juga hari bumi. Bertepatan  dengan hal tersebut  Kota Malang utamanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan kegiatan bersih-bersih di sekitar Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Selain itu, kegiatan yang bertepatan dengan gerakan angkat sampah dan sedimen ini di manfaatkan oleh beberapa peserta di lingkungan Kota Malang.

Peserta kegiatan ini diikuti oleh karyawan, mahasiswa, dan para siswa – siswi  SMA, SMP, SD hingga TK di Kota Malang.  Sebelum memulai kegiatan bersih-bersih sekitar Alun – Alun acara dibuka terlebih dahulu oleh Wali Kota Malang bapak Sutiaji dan wakilnya bapak Sofyan Edi Jarwoko. Selain membuka dan meresmikan acara, bapak Sutiaji dan bapak Sofyan Edi Jarwoko juga ikut membersihkan trotoar di Alun – Alun Merdeka Kota Malang.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dari A – E yang telah dibagikan denah lokasi membersihkan trotoar dan jalanan di sekitar Alun – Alun Merdeka mengikuti dua pemimpin Kota Malang tersebut.

Kami dari SD Islam Sabilillah Malang juga ikut berprtisipasi dalam Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ini. Beberapa siswa – siswi kami yang hadir membawa peralatan bersih – bersih seperti sapu lidi, pengki, dan kresek sampah. Antusias siswa – siswi dari SD Islam Sabilillah sungguh luar biasa. Acara yang dilaksanakan mulai dari pukul 7 – 10 pagi ini di hari Minggu patut di apresiasi dengan semangat selalu memiliki sikap cinta alam sekitar.

Kelompok SD Islam Sabilillah mendapatkan denah di lokasi  A yang berada di sebelah Bank Mandiri. Dengan menggunakan sapu lidi dan pengki siswa – siswi tersebut saling bahu – membahu membersihkan trotoar dan jalanan dari sampah.  Setelah 3 jam berlalu, siswa – siswi SD Islam Sabilillah kembali ke Alun – Alun Merdeka untuk mengambil sertifikat dan souvenir yang telah disiapkan oleh para panitia. Selain kegiatan membersihkan trotoar dan jalan di sekitar Alun – Alun, ada pula kegiatan lain yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) seperti lomba menghias tempat sampah dan fashion show menggunakan barang – barang daur ulang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan kegiatan ini dengan tujuan agar masyarakat Kota Malang bisa selalu menjaga kebersihannya dengan membuang sampah pada tempatnya, terutama dapat memisahkan jenis sampahnya. Dan untuk siswa – siswi seluruh Kota Malang dapat menjadi edukasi mereka dalam hal cinta alam sekitar dan lingkungan sejak dini, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan.

Read more

Musik: Kumpulan Nada Membawa Keajaiban

Musik merupakan media ungkap ekspresi yang paling efektif. Ekspresi ini sejalan dengan perkembangan manusia dan kemajuan ilmu pengetahuan yang lain. Emosi, pemikiran, gerak hati, dan ide sering kali diungkapkan  melalui musik ( Padmono; 2002 ). Walaupun pendidikan seni musik di sekolah mulai tampak menggembirakan, kita perlu mengingat bahwa pendidikan seni musik di sekolah adalah alat pendidikan yang mengacu pada tujuan pendidikan di sekolah dasar dan tidak untuk mendidik anak menjadi pemusik.

Menjadi cerdas adalah dambaan setiap orang tua untuk anak-anaknya, dan sejatinya kecerdasan bisa diupayakan dengan proses alamiah. Mengenalkan musik sejak dini kepada anak-anak, adalah salah satu upayanya. Ada beberapa manfaat berlatih vokal dan musik. Yang pertama bahwa  IQ anak yang berlatih piano dan bernyanyi, memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi tiga kali lipat dibandingkan dengan kecerdasan anak sebayanya (penelitian  E. Glenn Schellenberg, Universitas Toronto Mississauga, 2004).

Musik dapat mendorong perkembangan serta keahlian yang diperlukan anak  saat bersekolah. Misalnya saja kemampuan intelektual, sosial, emosional, motorik dan bahasa. Sebab, musik membantu keselarasan kerja tubuh dan pikiran. Selain itu, musik juga diketahui dapat memperkuat memori, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pelatihan musik menunjukkan aktivitas saraf yang lebih besar pada area auditorik dan prefrontal korteks dari otak.

Sebuah studi di University of Southern California tahun 2016 juga mendukung hasil di atas. Dijelaskan bahwa paparan musik pada masa anak-anak dapat membantu perkembangan otak, terutama pada area yang berkaitan dengan kemampuan membaca serta pembelajaran bahasa. Secara umum, efek mendengarkan musik adalah mengurangi stres dan membuat suasana hati lebih baik, sehingga berpotensi memperbaiki performa anak.

Pelaksanaan pendidikan seni musik di sekolah dasar  bersifat edukatif, apresiatif. Pendidikan seni musik bersifat edukatif karena membantu pertumbuhan anak di bidang musik, pendidikan ini juga bersifat apresiatif karena menumbuhkan sikap menghargai dan mencintai karya budaya bangsanya. Selain itu, music juga bersifat katarsis karena memberikan kesegaran dan kegembiraan kepada Ananda sehingga akan mendorong mereka mempelajari pelajaran yang lain.

Musik dapat menciptakan rasa nasionalisme, dengan mempelajari berbagai music di Indonesia. Karena sejatinya music kita tentu akan mempunyai ciri yang jika dibandingkan dengan musik dari negara lainnya. Dalam pendidikan seni musik tentu bukan sekedar pencapaian prestasi melainkan juga peran sertanya dalam mengembangkan kepekaan siswa terhadap seni dan keindahan menuju sikap menghargai lingkungannya.

Untuk mencapai sikap mampu menghargai lingkungan lewat pendidikan seni musik dapat diusahakan berbagai cara berikut ini:

  1. Memberikan pengetahuan tentang karya-karya musik Indonesia sebagai puncak seni musik yang telah dicapai oleh bangsa Indonesia.
  2. Memberikan pengetahuan tentang unsur-unsur dan prinsip – prinsip seni musik sebagai bekal nilai karya seni;
  3. Memberikan kemampuan berkarya dan berolah seni musik sebagai langkah menuju sikap kreatif dan mampu menghargai karya seni seseorang;
  4. Memberikan pengetahuan tentang unsur-unsur dan alat-alat musik setempat.

Kegiatan-kegiatan di atas sudah sejak lama di laksanakan di SD Islam Sabilillah, baik pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan pendidikan seni musik dapat diperluas, bukan saja yang sifatnya aktif kreatif melainkan juga yang sifatnya aktif reseptif, misalnya dengan menyaksikan pertunjukan atau pergelaran seni musik seperti SKB (Simfoni Khasanah Bangsa) Sekolah Sabilillah. Dengan dilaksanakannya SKB ini, diharapkan siswa memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan berkarya, dan berolah seni musik secara kreatif, serta mampu menghargai hasil karya seni musik yang ada sebagai usaha ke arah pengembangan budaya.

 

 

Oleh:

Luk Luk Atul Mu’amanah

 

Read more
CLOSE
CLOSE